Berikan
penjelasan secara singkat, jelas dan analitis untuk persoalan berikut :
1.
Setelah
anda mempelajari pemahaman mengenai revolusi hijau, coba tuliskan pendapat anda
mengenai hal tersebut dan dikaitkan dengan kondisi saat ini ?
Jawab: Revolusi hijau yang merupakan sebuah
transformasi agrikultural, yang membawa adanya peningkatan produksi pangan,
yang dapat menyelamatkan manusia dari bencana kelaparan dan malnutrisi.
Disamping dampak positif adanya revolusi hijau, satu hal yang belum dapat
diperbaiki adalah nasib petani. Input yang dipakai guna mengoptimalkan hasil
pertanian, seringkali tidak memperhatikan kondisi petani dan keterbatasan alam
dalam berproduksi. Penggunaan pestisida, yang diimpor, salah satunya adalah
sistem pengelolaan pertanian yang bisa dikatakan membantu meningkatkan produksi
pertanian, namun penggunaannya secara kontinu pada tanah pertanian akan
menimbulkan pencemaran, sehingga produktivitas tanah tidak seperti sebelumnya,
selain itu tingginya harga pestisida dan alat pertanian yang digunakan, juga
turut menyusahkan petani. Dimana semestinya petani, berada pada urutan atas dalam tingkat kemakmuran dalam Revolusi Hijau ini. Oleh karena itu
perlu adanya kebijakan dari pemerintah atau ikut serta dalam mengatur pengelolaan
pertanian sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan dalam negeri, dengan melatih
petani agar hidup mandiri (tidak bergantung pada input impor) yang harganya
cukup mahal.
2.
Kekeliruan
pertanian industrial yang didominasi revolusi hijau ialah adanya spesialisasi,
standarisasi dan sentralisasi. Berikan
uraian lebih lanjut !
Jawab:
·
Spealisasi,
ahli-ahli pertanian saat ini sangat terfokus pada bidangnya saja,tidak mau
peduli dengan disiplin ilmu yang lain. Dr. Peter Goering mencontohkan, seorang
ahli pembuat pestisida hanya berpikir bagaimana menciptakannya terhadap jenis
serangga bermanfaat (natural enemy of pest) serta efekresi pertanian cenderung
mengejar target-target produktivitas hasil panen, tanpa memikirkan apakah hal
itu juga akan meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani kecil.
·
Para
ilmuan modern pada umumnya bertujuan mencari teori-teori dan hukum-hukum
universal untuk memudahkan kehidupan manusia, dengan cara mengendalikan atau
memanipulasi sumber daya alam. Di dalam perumusan hukum itu sendiri terdapat
distorsi keilmuan dari model-model empiris ke model-model teoretis dengan cara
menyederhanakan (simplifying) dan membakukan (standardizing) suatu objek
kajian. Oleh karena itu, temuan dari kajian itu sendiri seringkali invalid dan
menyimpang atau bias dari kondisi empiris, jika ansumsi standar tak terpenuhi.
Sebagai contoh, peningkatan pemakaian pupuk nitrogen untuk merangsang
pertumbuhan tanaman tidak serta-merta mampu mendongkrak produktivitas hasil
panen tanpa totalitas dukungan dari varietas, kesuburan tanah, kecukupan air,
agroklimat, dan imput kimia yang lain.
·
Sentralisasi,
kurangnya partisipasi yang dilakukan para petani dalam mengatur kebijakan yang
berhubungan dengan pertanian, agar tidak ketergantungan terhadapa produk impor.
3.
Jelaskan
lima ciri pertanian industrial dilengkapi contoh kasus terkini !
Jawab:
· Penggunaan Benih Unggul, menciptakan ketergantungan petani untuk selalu memberi benih buatan pabrik setiap musim tanam.
·
Penggunaan
Pupuk Kimia, dalam pertanian modern penggunaan pupuk buatan memang tidak dapat
dipisahkan. Sebagian besar petani juga menggunakan pupuk fosfat yang diproduksi
dengan menggunakan bahan baku deposit fosfat dari kerak bumi meningkat, padahal
hasil laporan pembangunan dari Bank Dunia tahun 1984 menyimpulkan bahwa
penggunaan pupuk kimia justru dapat menurunkan tingkat kesuburan tanah.
·
Penggunaan
Mekanisasi, penggantian tenaga manusia dan hewan dengan tenaga mesin.
Mekanisasi mampu meningkatkan hasil perunit input tenaga kerja dan menurunkan
harga jual pangan per satuan. Namun demikian, mekanisasi dibidang pertanian
juga banyak menimbulkan akibat buruk, antara lain hilangnya kesempatan kerja,
terciptanya ketegantungan pada energi minyak bumi, diperlukan modal yang lebih
besar, dan tersentralisasinya teknologi pada usaha tani berskala besar.
·
Penggunaan
Pestisida, Dari perspektif sempit atau jangka pendek, pemakaian pestisida
tampaknya memang menguntungkan. Namun, dampaknya secara luas saat ini ternyata
bahwa residu pestisida kimia merupakan ancaman serius (serious hazards) bagi
lingkungan dan kesehatan manusia antara lain meningkatnya resistensi pada hama
- hama.
·
Penggunaan
Bioteknologi, penemuan – penemuan dalam bidang pertanian seperti benih
transgenik, merupakan hal baru yang menimbulkan perdebatan diantara para
ilmuwan, kontorversi yang timbul merupakan masalah keamanan.
4.
Dewasa
ini sudah muncul wacana revolusi hijau kedua, menurut anda apa saja bahayanya ?
Berikan opini anda !
Jawab: Tingginya tingkat konsumsi beras pada 2025
sebessar 800 juta ton, sedangkan kemampuan produksi kurang dai 600 juta ton,
menimbulkan gagasan baru dalam mengatasi permasalahan ini dengan Revolusi Hijau
Kedua. Kalau memang benar akan diterapkan, perlu diperhatikan
penerapannya. Terdapat beberapa bahaya
yang diperkirakan timbul dengan adanya revolusi hijau kedua, antara lain
adalah:
·
Menurunnya
kualitas tanah karena penggunaan lahan, lebih dititikberatkan pada penannaman
beras.
·
Membuat
ketergantungan petani dalam penggunaan pestisida, pupuk kimia karena
penyesuaian dengan benih / bibit padi unggul yang digunakan.
·
Kemungkinan
tidak terlaksananya diversifikasi pangan akan terjadi, dikarenakan tidak
dilakukannya sistem pangan palawija.
5.
Mengapa
pertanian organik menjadi penting, berikan penjelasan !
Jawab: Pada dasarnya
sesuatu yang alami jelas bernilai lebih baik daripada buatan. Pertanian organik adalah sistem pertanian
tradisional tanpa pupuk kimia warisan nenek moyang kita yang sangat
memperhatikan kelestarian lingkungan hidup. Dengan sistem ini sekaligus dapat
menciptakan swasembada pangan (keanekaragaman, bukan keseragaman pangan),
pemeliharaan unsur hara tanah, rantai makanan, serta tersedianya makanan sehat.
Pertanian organik sangat memperhatikan tuntutan kelestarian lingkungan.
6.
Selain sistem pertanian organik terdapat dua sistem
lainnya yang merupakan sistem pertanian berkelanjutan, coba beri uraian !
Jawab:
Dalam mengatasi permasalahan kekurangan pangan disandingkan dengan turunnya
kualitas tanah, diperlukan sistem pertanian yang berbasis teknologi dengan
memperhatikan kelestarian lingkungan. Perpaduan pertanian organik dan revolusi
hijau, merupakan langkah yang dapat dilakukan sebagai upaya dalam mengatasi
permasalahan pangan. Dengan lebih menitikberatkan pada pemakaian bahan organik,
dan pemakaian masukan luar (bahan kimia) dalam kadar yang rendah. Dalam hal ini
pemanfaatan input luar dilakukan hanya bila diperlukan untuk melengkapi
unsur-unsur yang kurang dalam agroekosistem dan meningkatkan sumberdaya
biologi, fisik dan manusia. Dalam pemanfaatan input luar, perhatian utama
diberikan pada mekanisme daur ulang dan minimilisasi kerusakan lingkungan.
7.
Para
pemimpin di Indonesia mulai menyadari akan posisi strategis sektor pertanian
yang selama ini dipinggirkan, coba berikan opini anda sehubungan dengan studi
kasus “Revitalisasi Pertanian Tidak Perlu Ke Negeri Cina“ !
Jawab:
Dalam wacana “Revitalisasi Pertanian Tidak Perlu Ke Negeri Cina“, penulis
menjelaskan keadaan pertanian dan petani Indonesia, yang tidak diperhatikan
pemerintah. Karena pemerintah hanya melihat dalam skala umum. Tidak melihat
secara khusus, dimana kedua hal tersebut, adalah topik utama, sebagai sumber
dari isu pangan di Indonesia. Revolusi
Hijau yang sangat berorientasi pada peningkatan hasil produksi justru
mengakibatkan dampak negatif berkepanjangan dari segi ekonomi, lingkungan, hingga
rusaknya tatanan budaya bercocok tanam padi bagi petani sawah. Sejarah juga
mencatat bahwa sistem pertanian yang bersifat ‘high input’ justru telah
menyebabkan rusaknya ekosistem, terjadinya ledakan hama, turunnya kualitas padi
(yang ditandai dengan tingginya kandungan residu kimia dalam beras yang kita
konsumsi) dan hilangnya berbagai pengetahuan bercocok tanam yang selama ratusan
tahun terbukti ramah lingkungan, murah dan efektif. Penulis mengajak berbagai pihak untuk turut memperhatikan faktor-faktor ‘lain’
yang terkait dengan mata rantai budi daya dan konsumsi tanaman padi seperti
kesejahteraan petani, perbaikan kualitas padi, dan yang paling penting adalah
penguatan peran petani sebagai pelaku utama kegiatan pertanian.
Jika pemerintah mau melihat
dan memperhatikan petani, sebetulnya ada banyak petani yang memiliki
kreativitas dalam usaha meningkatkan hasil pertanian dengan cara yang mudah,
murah dan aman bagi kelestarian lingkungan. kita dapat melihat bahwa dengan penuh ketekunan
beberapa orang petani berhasil mengembangkan varietas padi hasil persilangan
yang produktivitasnya bahkan lebih tinggi dari varietas padi berlabel yang
didistribusikan olah perusahaan benih. Belum lagi beberapa orang petani yang
dengan tekun dan teliti melakukan berbagai percobaan untuk dapat menghasilkan
pestisida dari bahan-bahan alami seperti kecubung, bawang putih, dan berbagai
tanaman lokal yang sudah sejak ratusan tahun lalu dipergunakan sebagai pengusir
hama (kebanyakan pengetahuan semacam ini hilang setelah diperkenalkannya
pestisida kimia).
Dari segi kebijakan saya melihat bahwa pemerintah
seharusnya tidak lagi memfokuskan usaha revitalisasi pertanian yang
berorientasi semata-mata hanya pada hasil dan peningkatan produksi. Sudah
waktunya kita melakukan usaha-usaha untuk memperkuat peranan petani sebagai
pelaku utama. Artinya, bagaimana menciptakan petani-petani kreatif yang mampu
mengupayakan usaha budidaya pertanian yang murah, memiliki produktivitas yang
tinggi dan sekaligus produknya sehat untuk dikonsumsi.
Di sisi lain, ada beberapa
kasus dimana petani tidak mau mengkonsumsi padi yang mereka tanam karena mereka
paham akan bahayanya. Kualitas padi yang didukung dengan “input luar” dalam
kadar tinggi, memang bagus namun, tetap saja menggunakan bahan kimia, yang
bahayanya jelas lebih tinggi daripada organik sepenuhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar